Techfin Insight – Makna sukses di dunia kerja sedang berubah. Jika dulu kesuksesan identik dengan jabatan tinggi dan gaji besar, kini generasi baru mulai mendefinisikannya ulang. Fenomena ini dikenal sebagai career minimalism, tren yang banyak diadopsi Gen Z.
Apa Itu Career Minimalism?
Menurut laporan Glassdoor, career minimalism memandang pekerjaan utama hanya sebagai sumber stabilitas finansial.
Sementara itu, kreativitas, ambisi, dan energi justru lebih banyak tercurah pada aktivitas di luar pekerjaan, seperti side hustle atau usaha sampingan.
Alih-alih mendaki “tangga karier” seperti generasi sebelumnya, Gen Z cenderung memilih model lily pad career: melompat dari satu peluang ke peluang lain sesuai kebutuhan dan nilai personal.
Gen Z Tak Lagi Mengejar Jabatan
Survei Glassdoor menunjukkan 68% responden Gen Z enggan mengejar posisi manajerial bila tidak ada kompensasi yang sepadan.
Jabatan bukan lagi simbol kesuksesan mutlak, melainkan salah satu opsi yang dipertimbangkan bila relevan dengan tujuan hidup mereka.
Meski begitu, data tetap memperlihatkan bahwa mereka memasuki posisi manajerial dengan kecepatan serupa generasi sebelumnya.
Bedanya, mereka lebih selektif dalam mengambil tanggung jawab tambahan. Daniel Zhao, Kepala Ekonom Glassdoor, menyebut hal ini sebagai respons terhadap realita pasar kerja yang sering dianggap tidak memberi imbalan adil.
Side Hustle Jadi Identitas
Salah satu ciri paling mencolok dari career minimalism adalah menjamurnya side hustle.
Data Harris Poll mencatat sekitar 57% Gen Z memiliki usaha sampingan, lebih tinggi dibandingkan generasi lain.
Bagi Gen Z, side hustle bukan sekadar tambahan penghasilan, melainkan ruang untuk menyalurkan kreativitas, menguji kewirausahaan, hingga mengekspresikan nilai personal.
Tak jarang, pekerjaan utama justru dipilih yang fleksibel dan jarak jauh agar memberi ruang bagi aktivitas lain.
Pergeseran Nilai Kesuksesan
Tren career minimalism memberi pesan bahwa dunia kerja sedang bergerak menuju paradigma baru.
Ambisi tidak hilang, tetapi diarahkan ke jalur yang lebih realistis dan berkelanjutan.
Kesuksesan bukan lagi soal jabatan tertinggi, melainkan keseimbangan hidup, kebebasan berekspresi, dan ruang untuk tumbuh.
Refleksi Ringan
Mungkin inilah wajah baru sukses: bukan lagi kursi besar di ruang rapat, melainkan kebebasan memilih arah sendiri.
Bagi Gen Z, karier tidak harus mengorbankan sisi manusiawi—ada ruang untuk kreativitas, side hustle, bahkan jeda.
Karier tidak lagi dipandang sebagai garis lurus menuju puncak, melainkan mozaik yang bisa kita susun sendiri.
Dan mungkin, di sanalah letak makna sukses hari ini: bukan soal seberapa tinggi tangga yang kita daki, tapi seberapa selaras langkah kerja dengan hidup yang kita inginkan.



