Horizons MediaHorizons Media
Font ResizerAa
  • Culture
  • Life
  • Space
  • News
  • Civic
  • Move
  • Tech
  • DPRD Banten
Horizons MediaHorizons Media
Font ResizerAa
  • Culture
  • Life
  • Space
  • News
  • Civic
  • Move
  • Tech
  • DPRD Banten
Search
  • Rubrik
    • Culture
    • Life
    • Space
    • News
  • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Disclaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan & Partnership
    • Syarat dan Ketentuan
Punya akun? Sign In
Follow US
© 2026 Horizons Media | Designed with ❤️ by Setiawan Chogah
Life

Brave Pink, Hero Green: Ketika Warna Jadi Bahasa Perlawanan Digital

Fenomena Brave Pink dan Hero Green di media sosial Indonesia bukan sekadar tren. Dua warna ini menjadi simbol solidaritas digital, perlawanan damai, dan refleksi budaya visual masyarakat.

Setiawan Chogah
Oleh
Setiawan Chogah
Kamis, 4 September 2025
1 View
Share
durasi baca: 4 menit
Dua warna sederhana—merah muda dan hijau neon—tiba-tiba menjelma menjadi bahasa baru yang digunakan ribuan orang di media sosial.
Dua warna sederhana—merah muda dan hijau neon—tiba-tiba menjelma menjadi bahasa baru yang digunakan ribuan orang di media sosial.

Techfin Insight – Di linimassa beberapa hari terakhir, satu hal paling mencolok bukan lagi hanya video bentrokan atau cerita duka, melainkan warna. Brave Pink dan Hero Green.

Contents
  • Warna sebagai Bahasa
  • Dari Viral ke Ritual
  • Budaya Digital Indonesia: Kompak dalam Warna
  • Antara Simbol dan Realitas
  • Digital Activism: Pisau Bermata Dua
  • Menyulam Harapan dari Warna

Dua warna sederhana—merah muda dan hijau neon—tiba-tiba menjelma menjadi bahasa baru yang digunakan ribuan orang di media sosial.

Awalnya, keduanya lahir dari momen tragis. Seorang perempuan dengan hijab pink yang berdiri berani menolak kekerasan; seorang pengemudi ojek online berjaket hijau yang menjadi korban di tengah demonstrasi.

Potongan kisah itu merekam sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar peristiwa: simbol keberanian dan solidaritas.

Warna sebagai Bahasa

Dalam sejarah, warna selalu lebih dari sekadar estetika. Ungu pernah dipakai gerakan feminis, kuning menjadi tanda protes politik di Asia Tenggara, dan hitam putih sering diasosiasikan dengan perlawanan sipil.

Baca Juga

Laporan Gangguan Listrik PLN Mobile
PLN Mobile Bikin Hidup Lebih Mudah: Dari Bayar Tagihan Sampai Foto Meter Sendiri
Tambah Daya Listrik Kini Lebih Ringan: Warga Banten Rasakan Manfaat KALCER PLN
Dari Lapas Nusakambangan, Limbah FABA Jadi Sumber Harapan Baru
Festival Musik & 5G Indosat IM3: Saat Hiburan Bertemu Proteksi Digital

Kini, di era digital, pink dan hijau mendadak naik ke panggung: bukan karena selebritas, bukan karena mode, melainkan karena manusia biasa yang hadir di tengah kerusuhan.

Di TikTok dan Instagram, generator foto profil Brave Pink dan Hero Green bermunculan. Orang-orang mengganti avatar mereka, bukan karena ikut-ikutan semata, melainkan untuk mengatakan: “Aku di sini, aku melihat, aku peduli.”

Brave Pink dan Hero Green
Gerakan mengganti foto profil Instagram dengan warna Brave Pink dan Hero Green tengah ramai diikuti sejumlah artis Tanah Air.

Dari Viral ke Ritual

Apa yang membuat tren ini berbeda? Ia bukan sekadar viral, tetapi perlahan menjadi ritual digital. Sama seperti pita hitam di masa lalu untuk berduka, kini warna digital dipakai sebagai spanduk di linimassa.

Baca Juga

Rinara Batik Cilegon: Saat PLN Menyalakan Energi Inklusif dan Harapan
Renungan Maulid Nabi Muhammad: Dari Sunyi Makkah ke Cahaya Abadi
Cara Ikut Tren Brave Pink & Hero Green Tanpa Kehilangan Makna
Diskon Listrik PLN 50% Lewat KALCER: Begini Cara Nikmatinya

Tidak ada suara teriak, tidak ada poster fisik, hanya gradasi warna di layar. Namun, justru dalam kesunyian itu, pesan terasa lebih nyaring.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Sosiolog digital menyebut ini sebagai bentuk performative solidarity—aksi sederhana yang menunjukkan posisi. Kritik bisa saja muncul: apakah benar mengganti foto profil bisa membawa perubahan nyata?

Tapi barangkali, solidaritas selalu berawal dari hal kecil: memilih untuk tidak diam.

Budaya Digital Indonesia: Kompak dalam Warna

Indonesia punya tradisi gotong royong, dan ternyata nilai itu ikut terbawa ke dunia digital. Bedanya, kalau dulu warga turun tangan mengecat pos ronda, kini mereka “mengecat” profil media sosialnya dengan warna pink dan hijau.

Fenomena ini juga menunjukkan kuatnya budaya visual di masyarakat kita. Narasi teks bisa diperdebatkan, tapi warna langsung bicara ke emosi. Warna lebih cepat dipahami, lebih sulit dibantah.

Antara Simbol dan Realitas

Namun ada dilema: apakah warna cukup? Brave Pink dan Hero Green memang indah sebagai simbol, tapi realitas di jalan tetap pahit.

Baca Juga

Ini Bedanya Deposito, Obligasi, Reksadana, dan Saham
Baru Mulai Investasi? Kenali Perbedaan Deposito, Obligasi, Reksadana, dan Saham
AI di Ujung Jari: Writing Help WhatsApp Bikin Chat Lebih Luwes & Aman
Jelang Peluncuran iPhone 17, iPhone 16 Diskon hingga Rp 4 Juta
9 Kebebasan Kecil yang Diam-diam Jadi Mewah saat Lega Finansial

Masih ada korban, masih ada luka, masih ada aparat yang bekerja dalam tekanan.

Justru di sinilah refleksi penting: simbol tidak dimaksudkan untuk menggantikan aksi nyata, melainkan mengingatkan bahwa ada kemanusiaan yang harus dijaga.

Digital Activism: Pisau Bermata Dua

Di era algoritma, informasi provokatif lebih cepat viral daripada klarifikasi. Maka, tren seperti Brave Pink dan Hero Green bisa jadi oase.

Ia membawa narasi damai yang menyaingi potongan video kekerasan.

Namun, sekaligus, tren ini rawan dimanipulasi. Ada risiko simbol dipakai tanpa pemahaman, hanya sekadar tren estetika.

Jika itu terjadi, pesan moral bisa terkikis. Tantangan kita adalah menjaga makna, bukan sekadar menyebarkan warna.

Menyulam Harapan dari Warna

Brave Pink dan Hero Green pada akhirnya bukan milik individu yang pertama kali memakainya. Ia telah menjadi warisan kolektif linimassa.

Dari profil IG hingga spanduk digital, dari meme hingga komentar, warna ini menyulam harapan: bahwa bahkan di tengah tragedi, manusia tetap bisa memilih solidaritas.

Mungkin benar, warna tidak bisa menghentikan gas air mata. Tidak bisa memulihkan nyawa yang hilang. Tapi warna bisa menjadi tanda: bahwa kita masih peduli, masih berani, masih bersama.

Dan bukankah itu inti dari perlawanan damai? Bahwa di dunia yang gaduh oleh kebencian, kita tetap memilih untuk berdiri di sisi yang menyalakan cahaya.

TAGGED:Brave PinkHero Green
Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Previous Article Di momen Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2025 ini, PLN membawa kabar baik lewat program spesial Kado Listrik Ceria (KALCER): diskon tambah daya listrik hingga 50%. Diskon Listrik PLN 50% Lewat KALCER: Begini Cara Nikmatinya
Next Article Cara membuat foto Brave Pink dan Hero Green Cara Ikut Tren Brave Pink & Hero Green Tanpa Kehilangan Makna
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

DPRD Banten

Pimpinan DPRD Banten Hadiri Pelantikan Pengurus Hipmi Banten Masa Bakti 2025-2028

30 September 2025
DPRD Banten

DPRD Banten Desak Polda Tindak Tegas Tambang Ilegal dan Pabrik Nakal

27 September 2025
DPRD Banten

Rapat Paripurna Penjelasan Komisi II dan IV Sebagai Pengusul 2 (Dua) Raperda Usul DPRD Provinsi Banten

25 September 2025
DPRD Banten

DPRD Banten Ingatkan Bulog: Stok Beras Surplus Harus Segera Didistribusikan

18 September 2025
DPRD Banten

Komisi V DPRD Banten Dorong Tambahan Anggaran untuk UPTD Latihan Kerja

18 September 2025
- Advertisement -
Ad imageAd image