Cilegon, Techfin Insight – Di tengah riuh peringatan Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2025, ada momen yang lebih personal ketimbang sekadar slogan atau poster ucapan terima kasih.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten memilih cara sederhana: menyapa langsung para pelanggan strategis mereka.
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, bersama jajaran manajemen menyambangi dua mitra penting: PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak dan PT Krakatau Chandra Energi (KCE) di Cilegon.
Bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan ajang silaturahmi—menunjukkan bahwa listrik tak hanya soal sambungan kabel, tetapi juga hubungan antar manusia.
Listrik dan Pertumbuhan Ekonomi
Kehadiran PLN di ASDP Merak misalnya, punya arti lebih luas dari sekadar menyalakan dermaga. “Merak adalah simpul transportasi utama Indonesia. Tanpa listrik yang andal, pelayanan bagi masyarakat tentu akan terganggu,” tutur Akbar Suhar Dianto dari ASDP.
Pernyataan itu terasa sederhana, tapi jika listrik padam, roda transportasi Jawa–Sumatera bisa goyah. Di titik ini, listrik berubah dari sekadar energi, menjadi denyut kehidupan yang memastikan masyarakat bisa tetap bergerak.
Sementara di Krakatau Chandra Energi, listrik dipandang sebagai bahan bakar bagi produktivitas industri. General Manager KCE, Ermawanto, menegaskan bahwa keberlangsungan operasional perusahaannya tak bisa dilepaskan dari dukungan PLN. “Pasokan listrik yang andal adalah syarat utama,” katanya.
Menjaga Komunikasi Dua Arah
Bagi Joharifin, kunjungan ini bukan hanya untuk memberi ucapan terima kasih, melainkan juga untuk mendengar. Masukan dari pelanggan, sekecil apa pun, menjadi bahan evaluasi berharga.
“Masukan pelanggan selalu kami jadikan pijakan untuk terus berbenah,” ujarnya. Dari sinilah terasa, bahwa layanan bukan sekadar produk teknis, tapi juga ruang dialog.
Lebih dari Layanan, Sebuah Kemitraan
Dalam perayaan HPN kali ini, pesan yang ingin ditunjukkan PLN UID Banten jelas: mereka tidak ingin dilihat hanya sebagai pemasok listrik. Mereka ingin dikenang sebagai mitra yang tumbuh bersama.
Karena pada akhirnya, listrik bukan sekadar terang lampu di malam hari. Ia adalah mesin kapal yang berlayar, pabrik yang berproduksi, dan jalan tol energi yang memastikan ekonomi Banten terus berputar.



