LEBAK, horizons.techfin.id/%E2%80%93 Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dillaksanakan di Kabupaten Lebak diduga anggarannya dipangkas Rp40-60 juta oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Terkait kabar tersebut, Anggota DPRD Banten Umar Barmawi mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Program ini perlu dikawal bersama guna menyukseskan astacita Presiden Prabowo Subianto tentang percepatan pembangunan dan ketahanan pangan nasional.
“Oleh karena itu kami harapkan, semua masyarakat membantu mengawalnya. Karena mereka yang ada di, mereka tiap hari terganggu dengan kapasitas pekerjaannya. Nah, inilah butuh dukungan teman-teman lembaga swadaya masyarakat. Silakan mengawasi teman-teman ini, kalau ada temuan, laporkan. Mereka-mereka ini pengguna anggaran. Jika ada potongan, laporkan,” tegasnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 10 September 2025.
Umar yang juga Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Banten menanggapi adanya isu pemangkasan anggaran, bahwa program yang dijalankan sudah sesuai dengan aspirasi dari masyarakat.
“Menanggapi isu di luar terkait membawa-bawa nama aspirator yaitu dari Fraksi PKB. Bahwa sinerginya aspirator itu mengusulkan program yang mana program itu dibawa ke dapil. Nah program ini dibawa ke Dapil dalam rangka memang kebutuhan yang ada di Dapil,” tuturnya.
Sementara itu, Daud Rizal Kepala Desa Banjarasari, Kecamatan Warunggunug, mengatakan bahwa pelaksanaan program P3-TGAI di desanya berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan. Ia menjelaskan dari total anggaran Rp194 juta, disalurkan dalam dua tahap yang pertama 70 persen dan kedua 30 persen.
“Untuk menyikapi isu-isu yang berkembang, saya dari Banjarsari, kepala desa dan ketua kelompok itu tidak ada pemotongan yang dilakukan oleh oknum yang sesuai dengan isu-isu yang beredar,” jelas Daud.
(ADV)


