Horizons MediaHorizons Media
Font ResizerAa
  • Culture
  • Life
  • Space
  • News
  • Civic
  • Move
  • Tech
  • DPRD Banten
Horizons MediaHorizons Media
Font ResizerAa
  • Culture
  • Life
  • Space
  • News
  • Civic
  • Move
  • Tech
  • DPRD Banten
Search
  • Rubrik
    • Culture
    • Life
    • Space
    • News
  • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Disclaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan & Partnership
    • Syarat dan Ketentuan
Punya akun? Sign In
Follow US
© 2026 Horizons Media | Designed with ❤️ by Setiawan Chogah
Life

Kita Ini Koruptor yang Belum Menjabat, Hanya Beda Panggung

Setiawan Chogah
Oleh
Setiawan Chogah
Senin, 1 September 2025
1 View
Share
durasi baca: 4 menit
Koruptor yang Belum Menjabat
Ilustrasi.

Techfin Insight – Beberapa hari ini linimassa masih penuh dengan rekaman penjarahan. Wajah-wajah sumringah, langkah tergesa, tangan yang erat menggenggam barang-barang yang barangkali bahkan tak mereka butuhkan.

Contents
  • Penjarahan Bukan Perlawanan
  • Cermin yang Retak
  • Wajah Sumringah, Wajah yang Membebani
  • Jejak dari Kisah Lama

Di antara sorak dan kerumunan, saya justru merasa sepi. Ada sesuatu yang hampa ketika melihat bagaimana amarah bisa berubah menjadi pesta, meski pesta itu lahir dari reruntuhan moral.

Kita marah pada koruptor. Kita anggap mereka serakah, rakus, tak tahu diri. Kita kutuk mereka karena mengambil uang rakyat, menyisakan luka yang panjang.

Tetapi, apakah wajah yang berlari sambil membawa televisi atau sepeda listrik dari rumah yang dijarah sungguh berbeda? Atau jangan-jangan, kita hanya sedang bercermin pada versi kecil dari keburukan yang sama?

Penjarahan Bukan Perlawanan

Mari kita akui pelan-pelan: menjarah bukan perlawanan. Ia tidak pernah memperkuat pesan, malah merusaknya.

Baca Juga

Laporan Gangguan Listrik PLN Mobile
PLN Mobile Bikin Hidup Lebih Mudah: Dari Bayar Tagihan Sampai Foto Meter Sendiri
Tambah Daya Listrik Kini Lebih Ringan: Warga Banten Rasakan Manfaat KALCER PLN
Dari Lapas Nusakambangan, Limbah FABA Jadi Sumber Harapan Baru
Festival Musik & 5G Indosat IM3: Saat Hiburan Bertemu Proteksi Digital

Seruan keadilan yang mulanya lantang berubah menjadi gemuruh palsu, tertutup oleh sorak tawa orang-orang yang berhasil mendapatkan sesuatu tanpa keringat, tanpa hak.

Perlawanan sejati selalu lahir dari pengorbanan, bukan dari perampasan. Sementara itu, penjarahan hanya mewariskan luka baru, menambah lapisan ketidakadilan.

Bukankah ini sama seperti korupsi yang kita benci? Bedanya hanya ruang dan panggung: satu di meja rapat berpendingin ruangan, satunya lagi di jalan penuh debu.

Baca Juga

Rinara Batik Cilegon: Saat PLN Menyalakan Energi Inklusif dan Harapan
Renungan Maulid Nabi Muhammad: Dari Sunyi Makkah ke Cahaya Abadi
Cara Ikut Tren Brave Pink & Hero Green Tanpa Kehilangan Makna
Brave Pink, Hero Green: Ketika Warna Jadi Bahasa Perlawanan Digital

Cermin yang Retak

Kadang kita lupa, bahwa keburukan tidak pernah datang sekaligus dalam bentuk besar. Ia sering kali tumbuh kecil, dalam diri kita sendiri.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Saat kita merasa sah mengambil karena “mereka lebih bersalah”, di situlah retakan pertama terjadi. Retakan itu pelan-pelan meluas, hingga suatu hari mungkin kita sendiri akan terjebak di dalamnya.

Mungkin benar, kita ini koruptor yang belum menjabat. Kita hanya belum diberi panggung besar.

Tapi di hati, bibit itu sudah ada: membenarkan diri ketika mencuri kesempatan, merasa pantas ketika mengambil sesuatu yang bukan hak.

Wajah Sumringah, Wajah yang Membebani

Ada satu potret yang sulit hilang dari ingatan: wajah-wajah muda dengan senyum lebar, bangga membawa pulang hasil jarahan.

Sebuah kemenangan yang direkam kamera ponsel dan dipamerkan di linimassa, seolah itu sesuatu yang heroik.

Baca Juga

Di momen Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2025 ini, PLN membawa kabar baik lewat program spesial Kado Listrik Ceria (KALCER): diskon tambah daya listrik hingga 50%.
Diskon Listrik PLN 50% Lewat KALCER: Begini Cara Nikmatinya
Baru Mulai Investasi? Kenali Perbedaan Deposito, Obligasi, Reksadana, dan Saham
AI di Ujung Jari: Writing Help WhatsApp Bikin Chat Lebih Luwes & Aman
Jelang Peluncuran iPhone 17, iPhone 16 Diskon hingga Rp 4 Juta

Namun di baliknya, ada wajah lain: wajah rakyat kecil yang setiap hari jujur berjualan di pasar, wajah ibu yang menabung receh demi biaya sekolah anak, wajah bapak yang bekerja keras tanpa pernah berpikir mengambil hak orang lain.

Wajah-wajah itu kini ikut ternodai, karena sorak kemenangan penjarahan seakan mencabut martabat bersama.

Di titik itulah kita perlu berhenti: apakah benar kita sedang melawan? Atau justru mempermalukan diri sendiri?

Jejak dari Kisah Lama

Sejarah pernah mengajarkan bahwa bahkan di medan perang sekali pun, rampasan harus diatur dengan adil.

Nabi Muhammad menolak membiarkan pasukannya saling berebut, karena kerakusan hanya akan menghancurkan makna perjuangan itu sendiri.

Jika di medan perang saja ada aturan ketat untuk menahan nafsu, mengapa kita begitu mudah kehilangan kendali di masa damai?

Ada garis halus yang memisahkan amarah yang sah dengan tindakan yang tak lagi bermartabat. Ketika garis itu dilewati, yang tersisa hanyalah bayangan yang sama buramnya dengan yang kita lawan.

Di luar jendela, cahaya matahari menyingkap bayangan pohon yang jatuh ke jalan. Hidup tetap berjalan, meski linimassa riuh dengan berita penjarahan.

Dan barangkali, di momen inilah kita perlu mengambil jeda. Sebelum menunjuk orang lain sebagai sumber kebusukan, mari bertanya pada diri: apakah kita sungguh berbeda?

Jangan sampai kita hanya menunggu giliran, menunggu panggung, untuk menjadi koruptor dalam versi yang lebih berkelas.

Karena perlawanan tanpa moral akan selalu runtuh. Dan bangsa ini tidak butuh lebih banyak perampas, entah berseragam pejabat atau berseragam amarah.

Yang kita butuhkan adalah keberanian untuk berkata: cukup, aku tidak akan mengambil yang bukan milikku.

TAGGED:InsightKorupsiKoruptorMentalMindset
Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Previous Article Jeritan Sunyi di Balik Seragam, Membaca Luka di Tengah Linimassa
Next Article Wakil Ketua Komisi II Musa Weliansyah: Lomba Nyair Dan Gogo Wujud Nyata Semangat Gotong Royong
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

DPRD Banten

Pimpinan DPRD Banten Hadiri Pelantikan Pengurus Hipmi Banten Masa Bakti 2025-2028

30 September 2025
DPRD Banten

DPRD Banten Desak Polda Tindak Tegas Tambang Ilegal dan Pabrik Nakal

27 September 2025
DPRD Banten

Rapat Paripurna Penjelasan Komisi II dan IV Sebagai Pengusul 2 (Dua) Raperda Usul DPRD Provinsi Banten

25 September 2025
DPRD Banten

DPRD Banten Ingatkan Bulog: Stok Beras Surplus Harus Segera Didistribusikan

18 September 2025
DPRD Banten

Komisi V DPRD Banten Dorong Tambahan Anggaran untuk UPTD Latihan Kerja

18 September 2025
- Advertisement -
Ad imageAd image