Horizons MediaHorizons Media
Font ResizerAa
  • Culture
  • Life
  • Space
  • News
  • Civic
  • Move
  • Tech
  • DPRD Banten
Horizons MediaHorizons Media
Font ResizerAa
  • Culture
  • Life
  • Space
  • News
  • Civic
  • Move
  • Tech
  • DPRD Banten
Search
  • Rubrik
    • Culture
    • Life
    • Space
    • News
  • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Disclaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan & Partnership
    • Syarat dan Ketentuan
Punya akun? Sign In
Follow US
© 2026 Horizons Media | Designed with ❤️ by Setiawan Chogah
Life

Ketika Warga Turun Tangan: Menambal Jakarta Pasca Luka

Setiawan Chogah
Oleh
Setiawan Chogah
Selasa, 2 September 2025
2 Views
Share
durasi baca: 5 menit
Sejumlah orang dengan cat putih, kuas, dan tenaga sukarela memilih berhenti. Mereka bukan petugas dari pemerintah, bukan pula kontraktor berbayar. Mereka adalah Koalisi Pejalan Kaki dan Koalisi Pesepeda yang turun tangan merawat kota mereka.
Sejumlah orang dengan cat putih, kuas, dan tenaga sukarela memilih berhenti. Mereka bukan petugas dari pemerintah, bukan pula kontraktor berbayar. Mereka adalah Koalisi Pejalan Kaki dan Koalisi Pesepeda yang turun tangan merawat kota mereka.

Jakarta, Techfin Insight – Pagi itu, jalan Sudirman-Thamrin yang biasanya penuh tawa dan semangat Car Free Day masih menyisakan jejak luka.

Contents
  • Warga yang Tidak Menunggu
  • Aksi yang Lebih Lantang dari Slogan
  • Merawat dengan Cinta
  • Cinta Kota dalam Aksi Nyata

Coretan-coretan hitam menodai pembatas jalan, pot bunga berantakan, dan sampah menumpuk di pinggir jalur. Jakarta baru saja melewati hari-hari panas—demonstrasi yang menyisakan kerusakan di ruang publik.

Di tengah arus warga yang bersepeda, berlari, dan berjalan santai, ada pemandangan yang tak biasa.

Sejumlah orang dengan cat putih, kuas, dan tenaga sukarela memilih berhenti. Mereka bukan petugas dari pemerintah, bukan pula kontraktor berbayar.

Mereka adalah Koalisi Pejalan Kaki dan Koalisi Pesepeda yang turun tangan merawat kota mereka.

Baca Juga

Laporan Gangguan Listrik PLN Mobile
PLN Mobile Bikin Hidup Lebih Mudah: Dari Bayar Tagihan Sampai Foto Meter Sendiri
Tambah Daya Listrik Kini Lebih Ringan: Warga Banten Rasakan Manfaat KALCER PLN
Dari Lapas Nusakambangan, Limbah FABA Jadi Sumber Harapan Baru
Festival Musik & 5G Indosat IM3: Saat Hiburan Bertemu Proteksi Digital

Warga yang Tidak Menunggu

Car Free Day pada Minggu (31/8) itu menjadi berbeda. Alih-alih sekadar menikmati udara pagi, komunitas ini sibuk membersihkan sisa coretan dan menambal pot-pot bunga yang rusak.

Mereka mengecat ulang pembatas, menyapu jalur sepeda, dan merapikan yang bisa dirapikan.

“Kalau tidak kita yang merawat, siapa lagi?” begitu semangat yang berulang kali terdengar di lapangan.

Baca Juga

Rinara Batik Cilegon: Saat PLN Menyalakan Energi Inklusif dan Harapan
Renungan Maulid Nabi Muhammad: Dari Sunyi Makkah ke Cahaya Abadi
Cara Ikut Tren Brave Pink & Hero Green Tanpa Kehilangan Makna
Brave Pink, Hero Green: Ketika Warna Jadi Bahasa Perlawanan Digital

Ada kesadaran yang lahir dari pengalaman: jalur sepeda di Jakarta sudah lama tidak mendapatkan alokasi dana APBD untuk perawatan.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Jika hanya menunggu, jalur itu akan dibiarkan rusak. Maka warga mengambil alih peran—bukan dengan demonstrasi atau seruan lantang, melainkan dengan kuas cat dan tenaga yang tulus.

Aksi yang Lebih Lantang dari Slogan

Di linimassa, ribuan komentar muncul setiap kali foto-foto kerusakan fasilitas kota dibagikan. Banyak yang marah, banyak yang menuntut.

Tapi di pagi itu, marah dan tuntutan berubah menjadi gerakan kecil yang sederhana: tangan yang rela kotor.

Mereka menutupi coretan di pembatas bukan hanya untuk mengembalikan keindahan, tetapi juga untuk menyampaikan pesan: kota ini milik bersama.

Tidak cukup hanya menuntut, kota juga perlu dirawat dengan kesadaran kolektif.

Baca Juga

Di momen Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2025 ini, PLN membawa kabar baik lewat program spesial Kado Listrik Ceria (KALCER): diskon tambah daya listrik hingga 50%.
Diskon Listrik PLN 50% Lewat KALCER: Begini Cara Nikmatinya
Baru Mulai Investasi? Kenali Perbedaan Deposito, Obligasi, Reksadana, dan Saham
AI di Ujung Jari: Writing Help WhatsApp Bikin Chat Lebih Luwes & Aman
Jelang Peluncuran iPhone 17, iPhone 16 Diskon hingga Rp 4 Juta

Seperti ditulis Koalisi Pejalan Kaki dalam unggahan Instagram mereka:

Kota hanya bisa benar-benar hidup bila warganya mau merawat, bukan sekadar menuntut.

Koalisi Pejalan Kaki
Car Free Day pada Minggu (31/8) itu menjadi berbeda. Alih-alih sekadar menikmati udara pagi, komunitas ini sibuk membersihkan sisa coretan dan menambal pot-pot bunga yang rusak.
Car Free Day pada Minggu (31/8) itu menjadi berbeda. Alih-alih sekadar menikmati udara pagi, komunitas ini sibuk membersihkan sisa coretan dan menambal pot-pot bunga yang rusak.
Car Free Day pada Minggu (31/8) itu menjadi berbeda. Alih-alih sekadar menikmati udara pagi, komunitas ini sibuk membersihkan sisa coretan dan menambal pot-pot bunga yang rusak.
Car Free Day pada Minggu (31/8) itu menjadi berbeda. Alih-alih sekadar menikmati udara pagi, komunitas ini sibuk membersihkan sisa coretan dan menambal pot-pot bunga yang rusak.
Car Free Day pada Minggu (31/8) itu menjadi berbeda. Alih-alih sekadar menikmati udara pagi, komunitas ini sibuk membersihkan sisa coretan dan menambal pot-pot bunga yang rusak.
Car Free Day pada Minggu (31/8) itu menjadi berbeda. Alih-alih sekadar menikmati udara pagi, komunitas ini sibuk membersihkan sisa coretan dan menambal pot-pot bunga yang rusak.

Merawat dengan Cinta

Ada ironi yang tak bisa diabaikan. Warga kota membayar pajak, tapi mereka sadar sebagian fasilitas publik yang mereka cintai tidak diprioritaskan.

Jalur sepeda, misalnya, harus mereka rawat sendiri. Bukannya membuat mereka kecewa, kesadaran ini justru melahirkan gerakan baru: bahwa cinta kota tidak selalu lahir dari atas, kadang tumbuh dari akar.

Melihat mereka membersihkan jalan, ada rasa hangat yang sulit dijelaskan. Tangan-tangan yang mengusap cat di dinding pembatas seolah sedang mengusap luka kota yang memar.

Cinta Kota dalam Aksi Nyata

Kota sering dipandang sebagai ruang abstrak: kebijakan, anggaran, pembangunan. Tapi pagi itu, kota menjadi sesuatu yang lebih personal.

Kota adalah jalur sepeda yang mereka gunakan setiap hari, trotoar tempat mereka berjalan, dan pot bunga yang mereka rawat.

Kota adalah ruang hidup yang nyata—dan jika ruang itu rusak, mereka sendiri yang paling merasakannya.

Perdebatan tentang siapa yang paling cinta kota mungkin tidak ada habisnya. Namun aksi sederhana ini memberi jawaban yang tenang: cinta kota adalah ketika kita mau menjaga, meski tanpa nama dan tanpa pamrih.

Di tengah hiruk pikuk politik dan perdebatan di media sosial, Jakarta justru mendapat hadiah kecil dari warganya: sebuah teladan.

Bahwa merawat kota tidak harus menunggu instruksi, tidak harus menunggu anggaran, dan tidak harus menunggu orang lain.

Barangkali inilah wajah kota yang sesungguhnya: rapuh, penuh luka, tapi juga memiliki warganya yang rela menambal, mengecat, dan membersihkan.

Karena kota bukan hanya milik pemerintah atau pejabat. Kota adalah kita semua. Dan ia hanya akan benar-benar hidup jika kita mau merawatnya, bukan sekadar menuntut.

TAGGED:JakartaKoalisi Pejalan KakiKoalisi Pesepeda
Bagikan berita ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link
Previous Article Wakil Ketua Komisi II Musa Weliansyah: Lomba Nyair Dan Gogo Wujud Nyata Semangat Gotong Royong
Next Article Lega finansial memberi pilihan—bekerja karena mau, bukan karena terpaksa. 9 Kebebasan Kecil yang Diam-diam Jadi Mewah saat Lega Finansial
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

DPRD Banten

Pimpinan DPRD Banten Hadiri Pelantikan Pengurus Hipmi Banten Masa Bakti 2025-2028

30 September 2025
DPRD Banten

DPRD Banten Desak Polda Tindak Tegas Tambang Ilegal dan Pabrik Nakal

27 September 2025
DPRD Banten

Rapat Paripurna Penjelasan Komisi II dan IV Sebagai Pengusul 2 (Dua) Raperda Usul DPRD Provinsi Banten

25 September 2025
DPRD Banten

DPRD Banten Ingatkan Bulog: Stok Beras Surplus Harus Segera Didistribusikan

18 September 2025
DPRD Banten

Komisi V DPRD Banten Dorong Tambahan Anggaran untuk UPTD Latihan Kerja

18 September 2025
- Advertisement -
Ad imageAd image