Cilegon, Techfin Insight – Suara canting listrik yang beradu dengan kain, aroma malam batik yang khas, dan goresan motif penuh makna menjadi saksi semangat di Rinara Batik Cilegon.
Di sini, ibu-ibu rumah tangga hingga anak-anak berkebutuhan khusus berkarya, melahirkan batik khas yang sarat identitas lokal sekaligus menjadi simbol keberanian.
Batik Sebagai Terapi dan Jalan Mandiri
Luky Artanti, Senior Manager Perencanaan sekaligus Pembina Srikandi PLN UID Banten, ikut mencoba membatik. Baginya, membatik bukan sekadar keterampilan, tapi juga sarana melatih kesabaran dan keberanian.
“Membatik itu soal ketelatenan, kesabaran, dan cinta. Sama halnya dengan kami di PLN, setiap inovasi harus lahir dari semangat melayani pelanggan dan memberi manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Melalui program TJSL PLN UID Banten, Luky mengajak ibu rumah tangga dan anak-anak berkebutuhan khusus menjadikan batik sebagai terapi, wadah ekspresi, sekaligus jalan menuju kemandirian ekonomi.
Inovasi Electrifying Lifestyle
Dukungan listrik berwujud nyata di sini. Dengan peralatan berbasis electrifying lifestyle—dari canting listrik, kompor induksi, hingga mesin jahit—produktivitas meningkat signifikan.
Jika dulu 100 lembar kain batik butuh tiga bulan, kini hanya satu bulan. Lebih cepat, lebih efisien, lebih membuka peluang pasar.
Energi yang Menghidupkan Semangat
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa listrik di Rinara Batik bukan hanya menghidupkan mesin, tetapi juga semangat.
“Listrik menggerakkan mesin jahit, canting listrik, hingga kompor induksi. Tapi yang lebih penting, listrik menggerakkan hati. Melalui tangan-tangan terampil perajin Rinara, energi itu berubah menjadi karya dan harapan,” ujarnya.
Anak Istimewa, Karya Istimewa
Rinara Batik juga menjadi ruang pembelajaran. Anak-anak berkebutuhan khusus belajar teknik membatik sekaligus nilai kemandirian. Beberapa bahkan sudah menorehkan prestasi hingga tingkat nasional.
Di setiap motif yang mereka hasilkan, ada kisah perjuangan, keberanian, dan cinta budaya. PLN hadir bukan sekadar penyedia listrik, tapi mitra yang menyalakan harapan.
Menyulam Makna di Hari Pelanggan
Hari Pelanggan Nasional 2025 menjadi momentum PLN UID Banten untuk menegaskan makna pelayanan. Bukan hanya soal listrik yang andal, tetapi juga soal menghadirkan ruang yang inklusif, tempat setiap orang bisa merasa punya kesempatan yang sama untuk tumbuh.
Karena listrik sejatinya bukan hanya soal daya, melainkan tentang bagaimana energi bisa menggerakkan hidup, menyulam keberanian, dan menyalakan masa depan.



